Tuesday, September 23, 2014

The Giver

Sebenernya gw bukan mau bahas soal film ini tetapi mau bahas karakter Jonas di film ini. Apa yang gw alamin akhir-akhir ini persis apa yang dialamin Jonas meskipun berbeda sudut pandang dan perspektif nya. Intinya Jonas mengetahui segala hal tetapi dia ga bisa kasih tau ke orang-orang. Tersiksa? Sangat! Hal ini karena peraturan yang menyebabkan dia ga bisa bicara ke siapa-siapa soal apa yang diketahuinya. Dia hanya bicara ke Fiona orang yg dia cintai dan percaya. Begitu juga dengan gw, gw mengetahui kehidupan buruk seseorang tapi gw ga bisa bicara ke siapa2. Gw hanya bisa bicara ke seseorang yaitu BFF gw sendiri "G", gw percaya banget sama dia dari dulu... semua curhatan gw tumpahin ke dia seorang. Gw menghargai dia banget, gw harap dia mengahrgai gw siy hehehe.

Dan bedanya kehidupan gw dan Jonas. Jonas mempunyai peraturan dari komunitasnya atau pemerintahnnya, sedangkan gw punya peraturan dari Sang Pencipta sendiri alias Tuhan. Tuhan bilang kalo mulut ini dipergunakan untuk memberkati bukan untuk mengutuki. Dan Tuhan bilang pembalasan adalah haknya Dia. So I keep my mouth shut, and be still.

Gw tau sebelum Tuhan menegor kita, dia pasti mengirimkan teman-teman dekat kita untuk memberi kita nasihat. Tapi kalo nasihat-nasihat teman juga ga mempan, Tuhan pasti kasih tegoran-tegoran kecil tapi kalo tegoran-tegoran kecil ini juga ga mempan. Dia pasti kasih tegoran BESAR nah ini yang biasa gw kasih istilah JEDER!! Lo kemana aja waktu Tuhan kirim temen-temen lo dan Tuhan kasih tegoran-tegoran kecil??!! Alhasil, kata menyesal datang belakangan. Bisa diperbaiki? Bisa tapi sulit.

So... SADARLAH sebelum kata MENYESAL DATANG...
Be careful guys, kedatangan Tuhan sudah semakin singkat... Ga main-main...

No comments:

Post a Comment